September 16, 2014

Dunia Apresiasi Kepemimpinan Indonesia di UNCTAD


Negara-negara anggota Trade and Development Board (TDB) United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebut kepemimpinan Indonesia sebagai Presiden TDB telah membawa organisasi internasional itu melewati masa krusial 50 tahun UNCTAD tahun ini. Apresiasi dan pengakuan itu disampaikan atas kepemimpinan Duta Besar Triyono Wibowo, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa sebagai Presiden TDB UNCTAD pada sesi general statement pembukaan sidang ke-61 TDB UNCTAD di Jenewa tanggal 16 September 2013. Dalam sidang yang akan berlangsung selama dua minggu tersebut juga telah memilih Duta Besar Anna Maria Mendez Perez dari Spanyol terpilih secara aklamasi sebagai Presiden TDB UNCTAD menggantikan Duta Besar Triyono Wibowo yang telah habis masa jabatannya.

“Apresiasi yang disampaikan secara langsung oleh negara anggota UNCTAD tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan Indonesia dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh negara anggota setahun yang lalu”. Demikian ditegaskan oleh Dubes Triyono Wibowo sesaat setelah serah terima kepemimpinan Presiden TDB dari Indonesia ke Spanyol. Lebih lanjut ditegaskannya kiprah kepemimpinan Indonesia di UNCTAD tidak akan berhenti mengingat Duta Besar/Dewatapri Edi Yusup terpilih secara aklamasi sebagai salah satu Wakil Presiden TDB mewakili kawasan Asia untuk periode September 2014-September 2015. Terpilihnya Duta Besar/Dewatapri I Edi Yusup sebagai salah satu Wakil Presiden TDB periode setahun mendatang merupakan peluang bagi Indonesia untuk melindungi kepentingan negara berkembang dalam proses negosiasi Preparatory Committee UNCTAD Conference XIV di Lima, Peru yang akan dimulai akhir tahun 2014. Selain itu, merupakan cermin keberhasilan sekaligus pengakuan masyarakat internasional terhadap kiprah dan kontribusi diplomasi Indonesia selama ini di berbagai forum multilateral, terutama UNCTAD.

Sejumlah raihan dan capaian di masa kepemimpinan Indonesia di UNCTAD periode September 2013-September 2014 antara lain penyelenggaraan perayaan Hari Ulang Tahun Emas UNCTAD, yang rangkaian acaranya dimulai pada bulan April 2014 di Jakarta, Indonesia hingga akhir tahun 2014. Selain itu, di masa kepresidenan Indonesia telah dilakukan proses mid-term review hasil Konferensi UNCTAD XIII di Doha tahun 2012, untuk dijadikan rujukan persiapan Konferensi UNCTAD XIV di Peru, Maret 2016. Capaian lainnya adalah memimpin berbagai persidangan TDB (sidang tahunan TDB, sidang eksekutif TDB dan Special Session TDB serta konsultasi bulanan dengan para koordinator kawasan dan negara anggota) secara tuntas dan tepat waktu. Kemudian, sebagai Presiden TDB, Dubes Triyono Wibowo berkesempatan untuk memaparkan peran dan kontribusi UNCTAD dalam proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015 kepada Komite II Sidang Majelis Umum PBB bulan Oktober 2013 di New York, serta berpartisipasi dalam diskusi UN ECOSOC High Level Meeting with Bretton Woods Institution (IMF dan Bank Dunia) di New York pada April 2014.

Sesi ke-61 Sidang TDB yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 26 September 2014, selain mengagendakan peralihan kepemimpinan TDB dari Indonesia ke Spanyol juga akan membahas berbagai isu pembangunan dalam bentuk diskusi panel dan mendiskusikan berbagai publikasi, laporan kegiatan UNCTAD termasuk laporan mengenai bantuan UNCTAD terhadap rakyat Palestina serta tindak lanjut kebijakan UNCTAD bagi pembangunan negara-negara di kawasan Afrika dan negara miskin (Least Developed Countries/LDCs). Beberapa panelis yang telah dipastikan akan hadir adalah Menteri Keuangan dan Ekonomi Congo, Co-Chair of the Open Working Group on Sustainable Development Goals, Sekjen ITU, Dirjen WTO, Dirjen WIPO, Executive Director ITC, serta sejumlah praktisi dan akademisi dari universitas terkemuka di dunia.

Dewan Perdagangan dan Pembangunan atau Trade and Development Board merupakan badan antar pemerintah (intergovernmental machinary) tertinggi kedua di UNCTAD setelah Konferensi yang beranggotakan 155 negara anggota, yang membahas dan menetapkan kebijakan yang terkait dengan kerjasama internasional di bidang perdagangan dan pembangunan dalam kerangka PBB. Indonesia terakhir kali menjabat sebagai Presiden TDB pada tahun 2009 ketika dijabat oleh Dubes Dian Triansyah Djani. Konsistensi kepemimpinan Indonesia dalam tubuh badan PBB itu merupakan wujud kerja keras PTRI Jenewa dalam mempertahankan efektifitas jangkauan diplomasi multilateralisme Indonesia di tengah dukungan anggaran keuangan yang sangat terbatas.

 

 

TDB UNCTAD

Foto : Duta Besar Anna Maria Mendez Perez dari Spanyol memberikan gavel kepada Duta Besar Triyono Wibowo saat serah terima (dok. PTRI Jenewa)

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU