June 19, 2015

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri, Menyatakan Pentingnya Penciptaan Lapangan Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran dalam Konferensi Perburuhan Internasional


Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya perhatian pada penciptaan lapangan kerja, perlindungan pekerja migran, kerja layak, dan lapangan kerja bagi generasi muda dalam pembahasan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri,  pada pidato di hadapan para delegasi dari kalangan Pemerintah, Pekerja, dan Pengusaha negara-negara anggota Organisasi Perburuhan Internasional di Jenewa, Swiss, Selasa,  9 Juni 2014.

Tema utama Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) tahun 2015 ini adalah ”The Future of Work”. Konferensi juga membahas beberapa agenda utama termasuk isu fasilitasi transisi dari ekonomi informal menuju ekonomi formal, usaha kecil dan menengah, dan perlindungan pekerja.

ILC tahun ini akan mengadopsi sebuah Rekomendasi mengenai fasilitasi transisi dari ekonomi informal ke ekonomi formal. Sebagian negara di dunia termasuk Indonesia dan banyak negara-negara berkembang, memiliki jumlah pekerja dalam ekonomi informal yang relatif besar.

Sekitar 70 juta penduduk di Indonesia terlibat dalam ekonomi informal saat ini. Di satu sisi, ekonomi informal menyerap pekerja dan memberikan penghasilan, terutama karena perekrutan pekerja yang mudah dan umumnya tanpa kualifikasi yang tinggi (pendidikan, ketrampilan dan teknologi). Namun demikian, pekerja dalam ekonomi informal umumnya tidak memiliki karakteristik kerja layak (decent work).

Menteri Ketenagakerjaan menekankan agar fasilitasi transisi menuju ekonomi formal harus juga diiringi dengan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang mendorong penciptaan lapangan kerja, termasuk untuk angkatan kerja muda dan upaya untuk memajukan kerja layak.

Selain menyampaikan pidato pada Sidang ILC ini, Menteri Ketenagakerjaan juga hadir pada pertemuan Menteri-Menteri Ketenagakerjaan Negara-Negara Anggota Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement/NAM) yang diselenggarakan tanggal 9 Juni di sela-sela Pertemuan ILC. Dalam kesempatan ini, Menteri Ketenagakerjaan menekankan kembali pentingnya kerjasama internasional terkait perlindungan pekerja migran dan penciptaan lapangan kerja bagi angkatan kerja muda. Di akhir pertemuan, para Menteri-Menteri Ketenagakerjaan dari Negara-Negara Anggota NAM mengeluarkan Pernyataan Bersama yang antara lain menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja, reformasi ILO, pentingnya usaha kecil dan menengah dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, dan dukungan bagi rakyat Palestina.

Konferensi Perburuhan Internasional merupakan pertemuan tahunan yang menghadirkan para menteri ketenagakerjaan negara-negara anggota. Sekitar 2500 delegasi dari 169 negara berkumpul untuk menghadiri pertemuan tahunan ILO yang berlangsung selama 2 pekan sejak tanggal 1 Juni hingga 12 Juni 2015.

 

Jenewa, 9 Juni 2015

 

Menaker

 

Menaker
Foto : Menaker RI saat menyampaikan pernyataannya di sidang ILC (dok. PTRI Jenewa)

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU