May 6, 2016

Indonesia Paparkan Visi Ekonomi Digital Nasional pada WSIS Forum 2016


Indonesia didaulat untuk memaparkan visi dan strateginya dalam menghadapi era ekonomi digital pada pertemuan World Summit on Information Society (WSIS) Forum yang diselenggarakan di Markas Besar ITU di Jenewa, Swiss tanggal 2 – 6 Mei 2016.

Plt. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Mariam Fatima Barata, selaku Ketua Delegasi Indonesia pada WSIS Forum 2016 berkesempatan untuk berbagi pengalaman terbaik di panel diskusi tingkat tinggi dengan tema Digital Economy and Trade.

Sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menyampaikan pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang andal dalam mendukung konektivitas dan membantu pemerintah dalam memaksimalkan pelayanan publik.

Dalam mewujudkan visi sebagai Negara Ekonomi Digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, Indonesia menyampaikan beberapa strategi diantaranya dengan mempersiapkan Peta Jalan (Roadmap) e-Commerce nasional, mempermudah lisensi bisnis bagi para pelaku e-Commerce, menyusun kebijakan TIK terkait dengan perlindungan data pribadi serta memperkuat jaringan broadband hingga ke pelosok negeri. Selain itu, Indonesia juga mencanangkan terbentuknya 1000 teknopreneur dalam kurun waktu 4 tahun ke depan (2020) yang diharapkan dapat mencapai target valuasi bisnis senilai 130 miliar dollar AS.

Di sela-sela pertemuan WSIS Forum, Delegasi Indonesia juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan beberapa pemangku kepentingan di bidang TIK yang menjadi mitra Indonesia diantaranya dengan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) dan Geneva Internet Platform (GIP) / Diplo Foundation.

Pertemuan WSIS Forum 2016 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bidang TIK dari 140 negara dan membahas tema besar kontribusi TIK kepada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). WSIS Forum lahir dari mandat Majelis Umum PBB yang dilaksanakan setiap tahunnya sebagai sarana bertukar informasi dan praktik terbaik dalam memanfaatkan TIK.  Pertemuan tersebut menjadi sarana bagi negara-negara untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pendayagunaan TIK dalam pembangunan nasional.

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut terdiri atas pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) TIK Indonesia, yaitu dari unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Koordinator Perekonomian,  Kementerian Luar Negeri, Perutusan Tetap RI di Jenewa, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), serta organisasi masyarakat sipil ICT Watch Indonesia.

Jenewa, 5 Mei 2016

 

Paparan 02

Paparan 01

Paparan 03

 

 

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU