September 6, 2016

KAIN NUSANTARA PUKAU KOMUNITAS DIPLOMATIK DI JENEWA


 

 

Pesona keindahan ragam Tenun Songket Bali, Tenun Flores, Tenun Sumba, Tenun Lombok, Tenun Timor, Ulos Batak, dan Sulam Bukittinggi berhasil menarik decak kagum kalangan komunitas diplomatik yang hadir dalam resepsi diplomatik dalam rangka HUT RI ke-71 di Atrium Markas Besar WTO di Jenewa, Swiss, tanggal 30 Agustus 2016.

Mengusung tema “Wastra Nusantara”, resepsi diplomatik yang diselenggarakan oleh Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa tersebut dipadati oleh lebih dari 400 undangan yang terdiri dari para Duta Besar / Wakil Tetap dan diplomat negara-negara sahabat, serta pemimpin dan pejabat organisasi internasional yang bermarkas di Jenewa.

Jenewa adalah tuan rumah bagi sekitar 40 organisasi internasional yang secara rutin menyelenggarakan perundingan untuk berbagai isu yang menjadi kepentingan nasional RI. Populasi komunitas diplomatik di Jenewa yang besar merupakan peluang bagi Indonesia untuk menggalang dukungan terhadap berbagai isu yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap rakyat Indonesia.

Turut hadir di acara resepsi para Wakil Tetap dan diplomat dari negara-negara mitra RI di berbagai forum, antara lain Konferensi Perlucutan Senjata, Dewan HAM, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Buruh Internasional (ILO), Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), dan International Telecommunication Union.

“Resepsi diplomatik HUT RI sekaligus merupakan bentuk apresiasi PTRI Jenewa kepada para mitra di berbagai perwakilan negara sahabat serta organisasi internasional di Jenewa. Dalam berbagai forum internasional, para mitra tersebut telah turut mendukung upaya Pemerintah RI dalam mendorong pembahasan isu-isu global yang menjadi kepentingan nasional”, jelas Duta Besar Triyono Wibowo, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa.

Komunitas diplomatik di Jenewa yang hadir mengagumi keelokan corak dan warna-warni kain batik, tenun, dan songket yang direntangkan di berbagai sudut area resepsi, seraya dimanjakan dengan kelezatan berbagai masakan dan kue-kue tradisional khas Indonesia, seperti nasi goreng, sate ayam, kambing guling, dadar gulung, panada, serta berbagai hidangan lainnya. Tari Margapati yang dipersembahkan oleh Nyoman Rutzer, seniman tari yang bermukim di Swiss, turut memeriahkan perayaan internasional ini.

“Kegiatan resepsi diplomatik dalam rangka hari kemerdekaan negara secara rutin dilaksanakan oleh semua negara yang memiliki Perwakilan di Jenewa. Namun demikian, resepsi diplomatik HUT RI merupakan salah satu resepsi yang paling ditunggu dan menjadi favorit komunitas diplomatik di Jenewa. Resepsi diplomatik juga merupakan ajang untuk lebih memperkenalkan ragam budaya Indonesia kepada masyarakat internasional“, demikian disampaikan Dubes Triyono.

Tingginya tingkat kehadiran undangan dalam resepsi diplomatik HUT RI di Jenewa menunjukkan besarnya apresiasi masyarakat internasional terhadap peran dan kepemimpinan Indonesia dalam berbagai pembahasan di forum dan organisasi internasional.

Jenewa, 30 Agustus 2016

 

 

Jenewa 5 - Resepsi Diplomatik

Watapri/Duta Besar RI untuk PBB dan Organisasi Internasional Lainnya sedang menerima ucapan selamat dari perwakilan negara sahabat (dok. PTRI Jenewa)

Jenewa 6 - Resepsi Diplomatik

 

 

 

 

 

 

 

 

Para tamu menikmati makanan khas Indonesia dan tarian Bali saat Resepsi Diplomatik berlangsung (dok. PTRI Jenewa)

 

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU