August 21, 2017

Nostalgia Permainan Tradisional di Pesta Rakyat HUT RI ke-72 di Jenewa


Ada nuansa berbeda dan unik mewarnai kemeriahan perayaan Pesta Rakyat HUT RI ke-72 di Jenewa, Swiss (20/8). Lebih dari 200 WNI dan diaspora Indonesia serta masyarakat Swiss di Jenewa dan sekitarnya terlihat sangat antusias memainkan berbagai permainan tradisional yang dulu kerapkali dimainkan di masa kecil, seperti galah asin, balap karung, congklak, layang-layang, dan lomba bakiak.

“Konsep Pesta Rakyat di Jenewa kali ini memang dikemas berbeda. Kami tidak hanya sekedar menghadirkan kembali kenangan akan permainan tradisional masa kecil, tetapi juga berupaya melestarikan ragam budaya permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia”, jelas Dubes Hasan Kleib, Wakil Tetap RI (Watapri) untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa.

Dubes Hasan juga menambahkan bahwa permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang oleh UNESCO didorong untuk terus dipromosikan dan dilestarikan karena mencerminkan identitas sosial dan budaya suatu bangsa.

″Untuk itu, kami berupaya mengenalkan beragam permainan tradisional kepada anak-anak dan generasi muda Indonesia yang lahir, tumbuh dan besar di Swiss, agar warisan budaya Indonesia tetap terjaga kelestariannya. Hal ini mengingat permainan tradisional masa kecil tersebut kini semakin langka dimainkan oleh anak-anak″, tambah Dubes Hasan.

Selain berbagai permainan khas dan pertunjukan musik, semarak acara Pesta Rakyat yang diselenggarakan di Wisma Watapri, La Capite, Jenewa, juga dimeriahkan dengan kegiatan bazaar makanan dan produk Indonesia. Berbagai masakan dan jajanan Indonesia, seperti pempek, mie ayam, siomay, sate, dan kue-kue tradisional, yang dijajakan oleh kalangan masyarakat menjadi favorit para pengunjung. Acara turut diwarnai dengan berbagai door prize yang khusus disediakan hanya untuk kalangan masyarakat.

“Kegiatan Pesta Rakyat tahun ini sangat istimewa. Kami, masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya, tidak hanya dapat berkumpul dan merayakan HUT RI bersama-sama, tapi juga menggugah kenangan dan kecintaan terhadap ragam kuliner serta budaya permainan tradisional tempo dulu” demikian disampaikan oleh Joko Wiyono, Ketua Joglo Semar, salah satu asosiasi masyarakat Indonesia di Jenewa.

Dalam kegiatan Pesta Rakyat di Jenewa kali ini, PTRI Jenewa juga memfasilitasi kegiatan Warung Konsuler yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar RI di Bern, Swiss. Dalam hal ini, WNI yang tinggal di Jenewa dan sekitarnya tidak hanya dapat merayakan kemeriahan HUT RI, tapi juga berkesempatan memperoleh layanan konsuler, seperti perpanjangan dan pembuatan paspor serta lapor diri.

“Tema ′Kerja Bersama′ pada HUT RI ini benar-benar mencerminkan pelaksanaan kegiatan Pesta Rakyat yang inklusif dan bermanfaat. Berbagai kelompok masyarakat di Jenewa bekerja sama dengan PTRI Jenewa untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memiliki aspek hiburan dan ekonomi, tapi juga menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan,” jelas Cessy Karina, Ketua Asosiasi Indonesia Jenewa (AIJ).

Jenewa, 21 Agustus 2017

2017-08-21-PHOTO-00000074

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU