October 28, 2017

INDONESIA BERBAGI PENGALAMAN MENGHADAPI TSUNAMI DENGAN DUNIA


Dalam rangka memperingati World Tsunami Awareness Day 2017, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Pengurangan Resiko Bencana bekerjasama dengan Pemerintah Jepang  telah mengadakan kegiatan diskusi panel di Kantor PBB di Jenewa pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 dengan menghadirkan panelis yang terdiri dari perwakilan beberapa negara yang pernah mengalami bencana alam tsunami, termasuk Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Tetap Republik Indonesia, Duta Besar Hasan Kleib yang menjadi salah satu panelis menekankan pentingnya peningkatan kerjasama antar negara, organisasi regional dan internasional dalam memperkuat preparedness capacity dan early warning system dalam menghadapi bencana alam tsunami.

“Pasca tsunami Aceh tahun 2004, salah satu pelajaran berharga adalah pentingnya terus ditingkatkan preparedness capacity dan early warning system untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana tsunami. Peningkatan kapasitas kesiapan dan sistem peringatan dini tersebut yang telah dikembangkan Indonesia, bekerjasama dengan sejumlah negara, sudah teruji keberhasilannya dalam mengurangi jumlah korban gempa berpotensi tsunami yang terjadi di Padang pada tahun 2012”.

Ditekankan pula oleh Dubes Hasan Kleib bahwa pasca bencana tsunami Aceh, Pemerintah RI telah membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk Wilayah Aceh dan Nias, dan melalui pelaksanaan berbagai program nasional serta kerjasama bilateral dengan lebih dari 60 negara, berbagai organisasi regional dan internasional, serta lebih dari 700 LSM, maka dalam kurun waktu 5 tahun telah mampu menyelesaikan program pembangunan kembali Aceh dan Nias.

Selain itu, Dubes Hasan juga menyampaikan mengenai sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia seperti tantangan teknis berupa kemungkinan terjadinya communication shutdown ketika bencana terjadi, tantangan sosio-kultural terkait peningkatan kesiapan mental dan budaya masyarakat dalam menghadapi bahaya tsunami, dan tantangan dari segi kebijakan yang perlu lebih difokuskan pada kebijakan-kebijakan preventif terhadap bahaya tsunami, dan tidak hanya pada kebijakan terkait upaya pemulihan pasca bencana. Tidak luput juga ditekankan pentingnya traditional knowledge and custom masyarakat lokal yang dapat kiranya melengkapi teknologi early warning system dalam mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam tsunami.

Kegiatan diskusi panel tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman antara negara-negara seperti Jepang, Indonesia, Chile dan Maladewa dalam menghadapi tsunami, selain juga mengingatkan publik terhadap bahaya dari bencana alam tsunami itu sendiri. Kegiatan sangat interaktif dan dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri antara lain dari perwakilan sejumlah Perutusan Tetap negara-negara yang berada di Jenewa, organisasi internasional seperti OHCHR dan UNISDR, organisasi regional seperti ASEAN, media serta LSM.

Jenewa, 28 Oktober 2017

 

20171028 Tsunami Day

 

Keterangan Foto : Wakil Tetap Republik Indonesia, Duta Besar Hasan Kleib, saat menjadi panelis pada diskusi panel dalam rangka memperingati World Tsunami Awareness Day 2017, tanggal 27 Oktober 2017 (dok. PTRI Jenewa)

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU