December 9, 2017

Gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ dari Indonesia meraih penghargaan dunia di PBB, Jenewa


Sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, pada hari Jumat, 8 Desember 2017, bertempat di Gedung PBB di Jenewa, gerakan ’Saya Perempuan Anti Korupsi’ atau SPAK dari Indonesia yang diwakili oleh Yuyuk Andriati Iskak  dari Komite Pemberantasan Korupsi dan Judhi Kristantini dari SPAK Indonesia telah mendapat penghargaan ‘International Anti-Corruption Excellence  (IACE) Award’ kategori  Anti-Corruption Youth Creativity & engagement Awards dari Skeikh Tamim Bin Hamad Al Thani, Emir Qatar dan didukung oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Award diberikan kepada SPAK atas keberhasilannya dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya perilaku antikorupsi dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari suap, gratifikasi hingga penggelapan dana.

“Penghargaan ini tentunya ditujukan untuk seluruh agen SPAK di Indonesia yang sudah menjadi inspirasi perubahan dimulai dari dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Sebuah langkah kecil yang sangat nyata untuk perbaikan Indonesia di masa depan”, tegas Yuyuk dalam kesempatan penerimaan Awards. Ditambahkan oleh Judhi bahwa “Peran perempuan dan keluarga sangat strategis dalam melakukan perubahan melalui pencegahan tindakan korupsi dalam kehidupan sehar-hari”.

Performa gerakan SPAK Indonesia menurut Assesment Advisory Board (AAB) dan High Level Committee (HLC) dari IACE Award  dinilai memiliki visi, kepemimpinan, kreativitas, antusiasme dan komitmen serta dedikasi dalam menangani korupsi sehingga dapat menginspirasi pihak lain untuk mereplikasi cara-cara yang sama.    Gerakan SPAK sebagai gerakan anti korupsi berbasis pendekatan keluarga   berhasil melatih lebih dari 1.300 agen pembaru di 34 provinsi di Indonesia untuk bergerak secara kolektif meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama perempuan, dalam menanamkan nilai-nilai dasar di keluarga untuk mencegah perilaku korupsi, yaitu kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kegigihan, keberanian dan kepedulian.

IACE Award  sendiri merupakan penghargaan yang  bergengsi yang diberikan langsung oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani dan didukung oleh PBB,  atas pendekatan yang efektif dan sukses sebagai kontribusi nyata dalam pencegahan dan perlawanan terhadap korupsi.

Acara pemberian penghargaan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah Pejabat PBB seperti Direktur Jenderal Kantor PBB Jenewa, Mr. Michael Moller dan Direktur Eksekutif United Nations Office on Drugs and Crimes (UNODC), Mr. Yuri Fedotov, para Duta Besar asing di Jenewa, serta Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib.

Mr. Michael Møller dalam sambutannya menyatakan bahwa “Di abad 21 ini tidak ada tempat untuk perilaku korupsi. Penganugerahan penghargaan hari ini merupakan bagian dari upaya masyarakat internasional menciptakan dunia tanpa korupsi”.

Sementara Dubes Hasan Kleib sangat menyambut baik terpilihnya SPAK dalam perolehan penghargaan yang sangat bergengsi ini. ‘Pemberian penghargaan IACE merupakan pengakuan terhadap kontribusi Indonesia dalam gerakan dunia untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini, dan juga dinilai penting oleh PBB karena merupakan bagian yang sangat strategis dalam mendukung upaya PBB untuk implementasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) serta dalam pelaksanaa mandat penanganan korupsi oleh UNODC’.

Diharapkan oleh banyak pihak yang hadir bahwa pemberian penghargaan IACE Award kepada wakil SPAK Indonesia dapat menjadi contoh dengan terus mengupayakan cara-cara kreatif oleh individu atau organisasi dari berbagai negara di dunia, sebagai jalan keluar pencegahan korupsi yang efektif dan responsif sejak dini.

IACE Awards digagas oleh The Rule of Law and Anti-Corruption Center (ROLACC Qatar)  pada konferensi tahunan ke-8 International Association of Anti-Corruption Authorities (IAACA)  pada bulan November 2015 di  St. Petersburg, Rusia, dan telah menganugerahkan 13 Awards dalam berbagai kategori sejak tahun 2016.

Jenewa, 9 Desember 2017

 

20171209 Penghargaan hari korupsi

 

Keterangan foto : Duta Besar Hasan Kleib dengan penerima penghargaan hari Jumat, 8 Desember 2017 di Jenewa (dok. PTRI Jenewa)

Useful Links
Deplu
Depkes
Budpar
BKPM
UN
WHO
ILO
Nafed
WIPO
WTO
ITU