Pelatihan yang berlangsung
selama 2 hari tersebut membahas berbagai isu seperti
trend FDI, upaya menarik investasi dengan melihat faktor-faktor
penentu dalam investasi seperti
good
governance, promosi investasi di bidang parawisata dan kerangka investasi
internasional dalam bentuk
bilateral
investment treaty dan manfaatnya bagi negara berkembang. Pelatihan juga mendiskusikan
berbagai
best practices yang
digunakan dalam melakukan promosi investasi, termasuk dengan menampilkan
pengalaman
Swiss Organisation for
Facilitating Investments (SOFI) dalam melakukan promosi investasi melalui
kerjasama dengan
Investment Promotion
Agencies. Dengan mengidentifikasi berbagai kondisi dan potensi investasi di
Indonesia,
para peserta dalam bentuk kelompok menyusun suatu rencana aksi bagi diplomat
dalam melakukan promosi investasi.
Pelatihan dibuka oleh
Dirjen Multilateral Deplu, Mochamad Slamet Hidayat yang menyambut baik program pelatihan
yang baru pertama sekali diadakan bekerjasama dengan UNCTAD, dan dinilai sangat
bermanfaat bagi diplomat dalam memahami berbagai isu bilateral maupun
multilateral, termasuk pemanfaatan organisasi internasional seperti UNCTAD
untuk meningkatkan kemampuan diplomat dalam pelaksanaan fungsi bilateral. Sementara itu, Deputi Sekjen UNCTAD, Mr. Dirk
J. Bruinsma dalam sambutannya menekankan perlunya diplomasi pro-aktif yang
menuntut pemahaman dinamika dunia usaha dan mempunyai
entrepreneurship skill. Dimensi diplomasi dan
entrepreneurship merupakan dimensi yang berbeda namun akan menjadi
satu kemampuan utama yang sangat penting bagi keberhasilan tugas diplomat.
PTRI Jenewa yang diwakili
oleh Dewatapri I, Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja pada kesempatan
pembukaan tersebut, atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan
terimakasih kepada UNCTAD yang secara konsisten terus membantu Indonesia dan mengharapkan
agar pelatihan promosi investasi yang diberikan bagi diplomat Indonesia di
wilayah UE dan Eropa Barat juga dapat diberikan kepada diplomat Indonesia yang
bertugas di wilayah lain. Bagi Indonesia,
promosi investasi merupakan prioritas mengingat investasi merupakan salah satu
sumber utama bagi proses pemulihan ekonomi sejak mengalami krisis ekonomi tahun
1997. Peningkatan kemampuan diplomat dalam upaya menarik investasi melalui pelatihan yang diberikan oleh UNCTAD
diharapkan dapat bermanfaat bagi kontribusi signifikan diplomasi Indonesia bagi upaya pemerintah dalam menarik
investor ke Indonesia.