Indonesia mengecam serangan membabi buta Israel dan meminta HAM bangsa Palestina dilindungi dalam Sidang Khusus (Special Session) ke-21 Dewan HAM PBB mengenai Situasi HAM di Occupied Palestinian Territory, termasuk Jerusalem Timur

July 23, 2014 Human Rights and Humanitarian Issues

Indonesia mengecam keras serangan membabi buta Israel terhadap bangsa Palestina terutama di Jalur Gaza dan meminta agar hak asasi manusia bangsa Palestina dilindungi. Hal tersebut ditegaskan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Dubes Triyono Wibowo, dalam Sidang Khusus (Special Session)  ke-21 Dewan HAM PBB mengenai Situasi HAM di Occupied Palestinian Territory (OPT), termasuk Jerusalem Timur.

Indonesia juga memandang bahwa serangan militer Israel yang telah menelan ratusan korban jiwa penduduk sipil Palestina, ribuan lainnya ditahan, serta kerusakan parah properti dan fasilitas umum telah melanggar hukum humaniter dan HAM internasional. Oleh karena itu, pihak yang melakukan serangan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.

Indonesia selanjutnya menegaskan komitmen bagi perdamaian di Palestina dengan meminta Israel menghentikan serangan, mendesak agar gencatan senjata segera dicapai, dihentikannya siklus kekerasan, dijaminnya akses terhadap bantuan kemanusiaan dan mendukung upaya perundingan damai.

Special Session Dewan HAM tersebut akhirnya berhasil diselenggarakan setelah melalui proses panjang dan berliku. Indonesia, melalui Perutusan Tetap RI di Jenewa, terlibat sejak inisiatif awal penyelenggaraan sidang dimaksud dan aktif mendorong negara-negara lain mendukung sidang tersebut serta terlibat aktif dalam negosiasi penyusunan hasil Special Session. Indonesia menjadi co-sponsor/initiator penyelenggaraan Special Session dan co-sponsor resolusi yang dihasilkan sidang dimaksud.

Special Session ke-21 Dewan HAM berhasil mengesahkan resolusi berjudul Ensuring Respect for International Law in the Occupied Palestinian Territory, including East Jerusalem melalui pemungutan suara oleh 47 anggota Dewan HAM dimana 29 mendukung (termasuk Indonesia), 17 abstain dan 1 menolak.

Resolusi dimaksud pada intinya berisikan antara lain pembentukan Commission of Inquiry (COI) yang bertugas menyelidiki pelanggaran HAM yang terjadi dalam konteks serangan militer Israel sejak Juni 2014. Selain itu, resolusi dimaksud juga meminta diberikannya Perlindungan Internasional terhadap bangsa Palestina dan merekomendasikan untuk diselenggarakannya Konferensi High Contracting Parties to the Fourth Geneva Convention on International Humanitarian Law.

Dalam Special Session dimaksud, Komisioner Tinggi HAM (Navi Pillay), Assistant Secretary-General for Humanitarian Affairs/Deputy Coordinator Office of the Coordination of Humanitarian Affairs (Kyung-wha Kang), Director of Legal Affairs UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East  (Lance Bartholomeusz), dan Special Rapporteur on the situation of human rights in the Palestinian Territory occupied since 1967 (Dr. Makarim Wibisono)  menyampaikan statement-nya. Menteri Luar Negeri Palestina, Dr. Riad Malki, juga hadir dan menyampaikan harapannya agar Dewan HAM dapat mendukung perjuangan bangsa Palestina.

 

Jenewa, 23 Juli 2014

 

Watapri

Dubes Triyono Wibowo saat menyampaikan pernyataannya dalam Sidang Khusus (Special Session)  ke-21 Dewan HAM PBB mengenai Situasi HAM di Occupied Palestinian Territory (OPT), termasuk Jerusalem Timur (dok. PTRI Jenewa)