Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mengupayakan Keterwakilan Parlemen Indonesia dalam Forum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-131 di Jenewa, 12-16 Oktober 2014

October 12, 2014 Special Events

Anggota Delegasi RI dari Dewan Perwakilan Rakyat telah tiba di Jenewa untuk menghadiri Majelis Inter-Parlianmentary Union (IPU) di Jenewa telah menghadiri beberapa pertemuan terkait sehari sebelum Pertemuan IPU ke-131 ini dibuka besok, 13 Oktober 2014 dan akan berlangsung hingga tanggal 16 Oktober 2014.

Pada sidang IPU tahun ini, fokus utama perhatian Delegasi RI adalah upaya untuk memenangkan pencalonan Dr. Nurhayati Ali Assegaf sebagai Presiden IPU periode 2014-2017. Selain untuk meningkatkan profil Indonesia, posisi Presiden IPU sebagai political head organisasi internasional yang terlah berdiri sejak tahun 1889 ini sangat penting mengingat Presiden IPU akan mengetuai Governing Council dan Executive Committee IPU yang berperan dalam pengambil kebijakan penting organisasi. Selain Dr. Nurhayati, kandidat lain yang telah mengajukan pencalonannya untuk posisi tersebut adalah anggota Parlemen dari Australia, Bangladesh dan Maldives.

Terkait pencalonannya tersebut, Dr. Nurhayati serta para kandidat lainnya telah diundang untuk memberikan presentasi mengenai visi dan misinya di depan berbagai kelompok negara anggota IPU, antara lain kelompok Group of Latin America and the Caribbean (GRULAC); Asia-Pacific Group; Arab Group; Twelve Group; African Group; serta kelompok Women Parliemantarian. Pemilihan Presiden IPU akan berlangsung tanggal 16 Oktober 2014 melalui proses pemungutan suara secara tertutup (secret ballot) para delegasi IPU ini.

Dalam pertemuan hari ini, 12 Oktober 2014, selain mengupayakan dukungan bagi pencalonan Kandidat  Presiden IPU untuk periode 2014-2017, Delegasi RI juga  mengupayakan keanggotaan parlemen Indonesia dalam beberapa Standing Committee IPU. Dukungan dimintakan dalam berbagai pertemuan kelompok regional yang berlangsung hari ini, antara lain Kelompok ASEAN plus Three (Korea, Jepang, China), Kelompok Asia dan Pasifik serta pertemuan negara-negara Islam (PIUC). Duduknya anggota parlemen Indonesia dalam berbagai standing committee sangat penting untuk mengangkat profil parlemen Indonesia serta merupakan kesempatan besar bagi parlemen Indonesia untuk ikut menyuarakan kepentingan bangsa Indonesia serta berkontribusi dalam hasil – hasil pertemuan terkait berbagai isu-isu global.

Delegasi RI juga berkontribusi aktif dalam diskusi pada Pertemuan Meeting of Women Parliamentarians. Berkaitan dengan isu electoral quotas for women in politics, Delegasi RI antara lain menyampaikan bahwa UU Pemilu di Indonesia menetapkan bahwa masing-masing partai politik harus mengalokasikan miminal 30 persen kandidat perempuan. Pada keanggotaan DPR periode 2014-2019 ini, perempuan meraih sekitar 17 persen total kursi parlemen yang tersedia, dibandingkan dengan 18 persen pada perioe 2009-2014. Penurunan ini menunjukkan perlu adanya pendekatan baru dalam kehidupan politik di Indonesia agar kembali mendorong partisipasi yang besar dari kalangan perempuan.

Pada pembahasan sesi mengenai Women’s influence on Parliament, Delegasi RI juga menyampaikan bahwa peningkatan peran perempuan di dalam parlemen akan selalu terkait erat dengan bertambahnya jumlah perempuan yang memilih untuk terlibat di dalam kehidupan berpolitik di suatu Negara dan pentingnya kaji ulang berbagai struktur di dalam partai politik ataupun di dalam lembaga legislatif dan pemerintahan guna menjamin keterwakilan perempuan di dalam kehidupan politik. Selain itu anggota parlemen perempuan diharapkan dapat terus memainkan peran utama dalam mengedepankan dan memastikan implementasi kesetaraan gender dan pengarusutamaan gender dalam berbagai program parlemen.

Selama berlangsungnya Sidang IPU ke-131 tahun 2014 ini, Delegasi RI akan berpartisipasi pada pembahasan berbagai forum, antara lain Committee on Middle East Questions; Standing Committee on Democracy and Human Rights; Forum on Young Parliamentarians; Committee to Promote Respects for International Humanitarian Law; Standing Committee on Peace and International Security; Standing Committee on United Nations Affairs serta Standing Committee on Sustainable Development, Finance and Trade.

Kehadiran Parlemen Indonesia dalam Pertemuan ini sangat penting mengingat para anggota Parlemen RI dapat ikut serta dalam pembahasan berbagai agenda terkait isu-isu global, termasuk dalam pembahasan rancangan resolusi yang akan dihasilkan dalam pertemuan. Kehadiran dan partisipasi aktif delegasi dalam pertemuan ini juga dapat meningkatkan peran dan profil parlemen Indonesia di kalangan parlemen dunia melalui berbagai kontribusi dalam diskusi di berbagai komite. Parlemen RI juga dapat mengawal agar pembahasan dalam berbagai pertemuan IPU menghasilkan hasil-hasil yang sesuai dengan kepentingan nasional, serta meningkatkan kemitraan dengan kalangan parlemen negara-negara lain.

 

Jenewa, 12 Oktober 2014

IPU

Foto : Delegasi RI pada Meeting of Women Parliamentarians, 12 Oktober 2014 (dok. PTRI Jenewa)