Indonesia Menuju Sekolah Aman Bencana Tahun 2020

March 16, 2015 Human Rights and Humanitarian Issues

Indonesia menyampaikan komitmennya dalam mewujudkan Sekolah Aman Bencana melalui pembentukan Cetak Biru Sekolah Aman Bencana tahun 2015-2020. Hal tersebut disampaikan pada forum diskusi bertemakan Commitment to Safe Schools, yang merupakan salah satu side event di dalam rangkaian kegiatan The Third World Conference on Disaster Risk Reduction di Sendai, Jepang, tanggal 14-18 Maret 2015. Delegasi Indonesia pada pertemuan side event ini diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bapak William Rapangilei, yang telah menjadi salah satu panelis dari acara tersebut.

Pertemuan diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Deputi PM Turki, Muman Kurtulmus,, Ratu Belanda Margaret, dan Mantan Presiden Finlandia Tarja Halonen. Secara umum ketiganya menyampaikan pentingnya komitmen Negara-negara untuk mengimplementasikan program-program World Initiative on Safe School (WISS) guna mewujudkan ketangguhan terhadap bencana.

Dalam intervensinya, Delegasi Indonesia menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menempatkan Sekolah Aman Bencana sebagai prioritas dan menjadi bagian dalam agenda pembangunan nasional. Di samping itu, berbagai upaya juga telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan tiga pilar utama dalam inisiatif dunia Sekolah Aman, yaitu:  Tempat Belajar Aman; Penanggulangan Bencana Sekolah; dan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana dan Ketangguhan Bencana.

Di samping Indonesia, hadir sebagai panelis beberapa wakil negara lain yang turut menyampaikan berbagai perkembangan yang telah dicapai serta menyampaikan komitmen dalam mewujudkan inisiatif Sekolah Aman Bencana, yaitu Nigeria, Filipina, Iran, dan Turki.

Pada tahun 2014 Sejumlah Negara, termasuk Indonesia, berpartisipasi dalam pertemuan Sekolah Aman di Istanbul, Turki. Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan penanggulangan bencana guna merumuskan inisiatif global mewujudkan sekolah yang tangguh terhadap bencana sebagai bagian dari agenda Pengurangan Risiko Bencana.