RI Desak Mesir di WTO untuk Mengubah Kebijakan yang Hambat Ekspor Indonesia

February 21, 2018 Trade/WTO

Delegasi Indonesia pada sidang ke-4 evaluasi kebijakan perdagangan (Trade Policy Review / TPR) Mesir tanggal 20 Februari 2018 menyampaikan keberatan atas kebijakan Mesir yang meningkatkan bea masuk produk eskpor, termasuk produk dari  RI; serta atas ketidakjelasan implementasi kebijakan registrasi importir yang telah memperlambat kegiatan dan meningkatkan biaya operasional terkait impor produk asal Indonesia.
Deputi Wakil Tetap RI untuk WTO, Duta Besar Sondang Anggraini, yang berperan sebagai Discussant, memandu proses evaluasi kebijakan perdagangan Mesir ini, dan mendorong Mesir untuk terus menerapkan reformasi kebijakan perdagangan dalam rangka meningkatkan integrasi Mesir ke sistem perdagangan dunia.
Dalam pleno hari pertama proses TPR Mesir tersebut, Delegasi Indonesia menyampaikan keprihatinannya terhadap implementasi dari Keppres Mesir no.25/2016 dan no.538/2016 yang telah menyebabkan kenaikan bea masuk lebih dari 16 produk ekspor RI termasuk dua ekspor unggulan RI, produk kertas dan ban kendaraan bermotor.
Selain meminta Mesir untuk segera menerapkan bea masuk baru yang lebih rendah, Indonesia juga meminta Mesir untuk segera mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dari Kepmen Mesir no.43/2016 guna mengurangi biaya transaksi.
TPR ke-4 Mesir tengah berlangsung dari tanggal 20 s.d. 22 Februari 2018. Dalam lima tahun terakhir (2012-2016), nilai rata-rata perdagangan bilateral RI-Mesir mencapai USD 1,3 milyar per tahun. Dalam lima tahun yang sama tersebut, rata-rata pertumbuhan impor dari Mesir adalah 20,8% per tahun; sedangkan rata-rata pertumbuhan ekspor RI ke Mesir adalah 3,1% per tahun.

Jenewa, 21 Februari 2018

 
 
IMG_0964_Mod
Keterangan foto : Dubes RI-WTO, Sondang Anggraini (Discussant), bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Mesir, Tarek Kabil (dok. PTRI Jenewa)