Indonesia mendapatkan Pengakuan dalam Standardisasi Pendidikan Tinggi

September 27, 2018 Economy, Development and Environment

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kemajuan pesat dalam standardisasi Pendidikan tinggi. Hal itu diakui delegasi negara anggota International Organization for Standardization (ISO) pada rangkaian ISO Annual General Assembly ke-41 di Jenewa, Swiss pada 24-28 September 2018. Indonesia secara khusus mendapat kesempatan untuk mempresentasikan keberhasilan dalam standardisasi kualitas perguruan tinggi di Indonesia pada ISO Committee on Developing Countries Breakout Session. ISO General Assembly kali ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari sekitar 120 negara.
Di hadapan delegasi dari berbagai negara, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dr. Bambang Prasetya menjelaskan bahwa insiatif peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui standardisasi dilakukan untuk menjawab tantangan persaingan global yang menuntut kesiapan kapasitas individu dan institusi. “BSN mengembangkan strategi kemitraan dengan menggandeng 54 perguruan tinggi di Indonesia dalam pengembangan riset tentang standardisasi, pelatihan standardisasi, dan pengoperasian laboratorium pengembangan kompetensi,’’ ungkap Bambang.
Beberapa universitas di Indonesia telah memasukkan materi standardisasi pada kurikulum untuk mempersiapkan SDM mendukung ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian dan Lembaga Sertifikasi Produk. Professor Henk de Vries, pakar standardisasi internasional dari Rotterdam University yang menjadi fasilitator diskusi, menilai model kerja sama dengan universitas yang diterapkan BSN dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengembangkan standardisasi perguruan tinggi.
Kepada delegasi negara lain, Kepala BSN menawarkan kerja sama sharing experience untuk pengembangan standardisasi perguruan tinggi dalam bentuk tukar menukar pakar, internship ke universitas-universitas di Indonesia yang mengajarkan mata kuliah standardisasi, dan pelatihan mengenai modul proses standardisasi perguruan tinggi.
‘’Bagi Indonesia, kerja sama internasional melalui ISO ini sangat penting, tidak hanya untuk merumuskan standar global yang menjadi acuan bagi peningkatan kualitas industri di berbagai sektor, tetapi juga mempromosikan keberhasilan Indonesia dalam pengembangan standardisasi yang bisa menjadi model bagi negara-negara lain,’’ ungkap Hasan Kleib, Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa.
Duta Besar Hasan Kleib menambahkan bahwa standardisasi penting artinya untuk meningkatkan akses Indonesia ke pasar global, sekaligus melindungi kepentingan nasional dengan mengatur tata aturan dan prosedur yang selaras dengan tujuan pengembangan industri nasional.

Jenewa, 27 September 2018

20180927 BSN 01 20180927 BSN 02

Keterangan Foto : Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dr. Bambang Prasetya, sedang menyampaikan paparannya di depan negara-negara anggota International Organization for Standardization (ISO) pada rangkaian ISO Annual General Assembly ke-41 di Jenewa, Swiss pada 24-28 September 2018 (dok. PTRI Jenewa)