Dorong Pemberdayaan Perempuan dalam Perdagangan, MIKTA Selenggarakan Workshop on Women in Global Value Chain

October 2, 2018 Trade/WTO

Pentingnya memahami perspektif gender dalam pengaturan perdagangan internasional menjadi salah satu kunci penting pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam perdagangan dunia. Pandangan ini mengemuka dalam Workshop on Women in Global Value Chains (GVCs) yang diselenggarakan oleh negara anggota MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) di WTO, Jenewa, tanggal 1 Oktober 2018.

Dihadiri perwakilan diplomatik di Jenewa, perwakilan organisasi internasional, dan perwakilan civil societies, Workshop membahas pentingnya dimensi gender dan upaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam GVCs melalui kerjasama perdagangan internasional dan pemberian bantuan teknis.

Direktur International Trade and Commodities UNCTAD, Pamela Hamilton, menggarisbawahi tantangan sosial budaya dan struktural bagi perempuan dalam dunia usaha yang membuat perempuan sulit untuk bersaing. Di saat bersamaan, bantuan perdagangan yang diberikan oleh negara maju dan organisasi internasional juga dirasakan masih belum  menyentuh upaya-upaya pemberdayaan perempuan dalam dunia usaha.

Workshop juga menggarisbawahi pentingnya sektor jasa dan usaha mikro, kecil dan menengah dalam pemberdayaan perempuan. Jumlah pengusaha perempuan yang cukup signifikan dalam sektor tersebut perlu terus didorong agar perempuan juga dapat meningkatkan perannya dalam GVCs. Maraknya digitalisasi dalam kegiatan ekonomi juga dinilai dapat semakin meningkatkan jumlah pengusaha perempuan yang terlibat dalam GVCs.

Untuk itu, Workshop melihat pentingnya kebijakan dan program di tingkat domestik yang berpihak kepada pemberdayaan pengusaha perempuan. Pelatihan, akses atas pembiayaan, dan akses terhadap informasi adalah program yang secara spesifik harus diberikan kepada pengusaha perempuan.  Upaya tersebut juga perlu diikuti dengan pengetahuan pemerintah pada saat negosiasi perjanjian perdagangan internasional untuk memberi dampak positif pada pemberdayaan pengusaha perempuan.

Direktur Jenderal WTO, Roberto Azavedo, menghargai kepeloporan negara anggota MIKTA dalam mendorong dimulainya pembahasan isu ini di WTO dan menggarisbawahi pentingnya fasilitasi inklusi digital, pemberdayaan melalui teknologi informasi dan komunikasi, yang akan memudahkan pengusaha perempuan mengakses pasar luar negeri dan mengurangi hambatan mencapai GVCs.

Pelaksanaan Workshop oleh anggota MIKTA ini merupakan lanjutan dari inisiatif Buenos Aires Declaration on Trade and Women’s Economic Empowerment yang hingga saat ini telah ditandatangai oleh 121 anggota WTO, dan merupakan salah satu program kegiatan negara anggota MIKTA di bawah keketuaan Indonesia.

MIKTA merupakan kerja sama inovatif dari negara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kerja sama ini terbentuk pada tahun 2013 di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

 

Jenewa, 2 Oktober 2018

Keterangan foto : Yudi Trantoro, Minister Counsellor dari PTRI Jenewa menjadi moderator pada acara ini (dok. PTRI Jenewa)