Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L. P. Marsudi Tahun 2019

January 10, 2019 Uncategorized

Jakarta, 9 Januari 2019

Sebelum memulai Pernyataan Pers Tahunan kali ini, marilah sejenak kita menundukkan kepala berdoa untuk korban bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi akhir-akhir ini.

Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi dan Salam Sejahtera bagi kita semua,
Yang terhormat Duta Besar Negara Sahabat dan Pimpinan Organisasi Internasional,
Ketua, Pimpinan, dan Anggota Komisi I DPR yang kami hormati,
Para Senior kami: DR. Alwi Shihab, DR. Marty Natalegawa.
Keluarga Bapak Adam Malik
Para Duta Besar, Sesepuh serta seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, baik di Tanah Air maupun di luar negeri,
Pimpinan media massa, rekan-rekan wartawan, stakeholders
Hadirin yang terhormat,

Let me begin by wishing all of you a very happy and prosperous New Year.
May 2019 be a better and more prosperous year for all.

Atas nama seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2019”.

President of the Republic of Indonesia opened the first day of 2019 by saying 3 words: optimism, optimism, and optimism.
Let us be optimistic. Let us continue working together to create a better world for us, for all of us.

Hadirin yang saya hormati,

Kegiatan diplomasi Indonesia di tahun 2018 ditutup dengan Pertemuan bilateral saya dengan Menteri Luar Negeri Thailand di
Bangkok pada 28 Desember 2018.

Thailand menjadi Ketua ASEAN pada 2019.

Kami secara khusus membahas upaya memperkokoh kerja sama ASEAN di tahun 2019.

Dalam Pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap keketuaan Thailand di ASEAN.

Membuka tahun 2019, saya telah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, pada tanggal 2 Januari.

Kami membahas mengenai persiapan tim AHA Centre dan Sekretariat ASEAN memulai kerja mereka di Rakhine State.

Kami juga membahas Gedung Baru Sekretariat ASEAN.

Pada tanggal 7 Januari 2019, bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saya melakukan peninjauan pembangunan Gedung Sekretariat ASEAN.

Insya Allah Gedung baru sudah akan selesai dalam beberapa bulan mendatang.

Gedung baru Sekretariat ASEAN akan menjadi wajah baru, energi baru bagi ASEAN, dalam bekerja, berjalan bersama dan berkontribusi untuk 50 tahun kedepan.

ASEAN harus terus bersatu, bekerja keras, agar kawasan Asia Tenggara tetap menjadi kawasan yang damai, stabil dan sejahtera.

Hadirin yang saya hormati,

Hari ini, 9 Januari, genap 9 hari Indonesia duduk sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.

Sekali lagi, terima kasih banyak atas dukungan kuat dan kepercayaan dunia kepada Indonesia untuk duduk di Dewan Keamanan PBB.

Waktunya telah tiba bagi Indonesia bersama anggota DK PBB lainnya, dengan dukungan seluruh anggota PBB, untuk bekerja keras berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Untuk dapat duduk di Dewan Keamanan PBB bukan hal yang mudah.

Menunaikan tugas dengan baik di DK PBB memiliki tantangan yang jauh lebih besar.

Indonesia akan berusaha sekuat tenaga menunaikan tanggung jawab ini sebaik mungkin.

Kita paham kemapanan tatanan dunia saat ini menghadapi tantangan baru.

Nilai-nilai multilateralisme yang telah dipupuk sejak berakhirnya Perang Dunia II saat ini mengalami tantangan yang berat.

Nilai-nilai dunia atau global values juga diperdebatkan.

“Me-first policy” mulai terjadi.

Presiden Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, Oktober 2018, antara lain mengatakan:

  • apakah saat ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi?
  • ataukah saat ini merupakan saat yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi?
  • konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah, tetapi juga bagi yang menang.

Pesan moral Presiden Widodo sangatlah dalam bahwa justru saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan kerja sama, karena tantangan global sangatlah besar dan tidak mungkin satu negara dapat hidup sendiri tanpa bekerja sama dengan negara lain.

Kita tidak boleh menyerah menghadapi tantangan yang sangat besar ini, mulai dari masalah instabilitas di berbagai kawasan, radikalisme, terorisme, migrasi ireguler, melemahnya ekonomi global, perubahan iklim, hingga bencana alam.

Dunia harus tetap dibangun bersama, untuk semua.

Sejarah mengajarkan hanya dengan bekerja bersama maka dunia akan menjadi tempat yang baik untuk semua.

Dengan jiwa kerja sama itulah, by design, politik luar negeri Indonesia terus bekerja, memberikan kontribusi bagi dunia.

That is why, at the beginning of this meeting, we chose the song “Stand by Me”, to reflect the spirit of cooperation.

Ibu dan Bapak yang saya hormati,

Tahun 2018 merupakan tahun yang sibuk bagi diplomasi dan kegiatan internasional Indonesia.

Indonesia telah menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar internasional, antara lain:

  • Asian Games dan Asian Para Games;
  • Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank;
  • ASEAN Leaders Gathering;
  • Our Ocean Conference
  • The First World Conference on Creative Economy
  • Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and related Transnational Crime
  • The First Indonesia-Africa Forum
  • The First Indonesia-Africa Maritime Dialogue
  • Trilateral Ulema Conference Afghanistan-Pakistan-Indonesia
  • Bali Democracy Forum with the involvement of youth, media and civil society.

….  Pernyataan Pers selengkapnya dapat diunduh dari sini Pernyataan_Menlu_2019