Mahasiswa UNDIP Raih Emas Untuk Pemurnian Bioethanol pada 47th International Exhibition of Inventions Geneva

April 12, 2019 Special Events, Economy, Development and Environment

Mewakili Indonesia, 4 (empat) mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), yakni Ajeng Kurniawati (Fakultas Peternakan dan Pertanian prodi Pertanian Agribisnis 2015), Ilham Nur Hakim Rambe (Fakultas Teknik prodi Teknik Kimia 2016), Rizka Zakiyatul Miskiyah (Fakultas Sains dan Matematika prodi Fisika 2015), serta Falasifah (Fakultas Sains dan Matematika prodi Biologi 2015), berhasil menyabet medali emas di bidang Protection of Environment and Energy pada ajang 47th International Exhibition of Inventions Geneva, yang diselenggarakan di Jenewa pada tanggal 10-14 April 2019.

Penghargaan tertinggi tersebut diberikan atas karya “ZEO-fob Integrated Production of Fuel-Grade Bioethanol from Organic Waste by Purification Method using Hydrophobic Zeolite” atau inovasi pemurnian bioethanol menggunakan zeolit hidrofobik. Penemuan tersebut dipandang sebagai terobosan dalam pemurnian bioethanol  dimana kadar ethanol yang dihasilkan dapat mencapai 99.87% sehingga dapat menghasilkan bahan bakar bioethanol yang lebih efisien dan berkualitas.

Acara 47th International Exhibition of Inventions Geneva merupakan forum tahunan terbesar di dunia untuk memamerkan berbagai hasil penemuan dan penelitian dari berbagai negara di bidang kesehatan, lingkungan, keamanan dan obat-obatan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 31.000 pengunjung serta diisi oleh 800 exhibitor yang datang dari 42 negara dengan bermacam latar belakang seperti akademisi, swasta, peneliti, universitas dan pemerintah.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran saja, melainkan juga menjadi forum dimana para peneliti dapat memperluas jaringan dan relasi, baik dengan peneliti lainnya maupun dengan sektor swasta dan pemerintah. Hal ini sejalan dengan yang ditegaskan oleh Wakil Tetap RI untuk Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib yang menyampaikan bahwa berbagai penemuan dan inovasi karya anak bangsa jangan sampai terlupakan begitu saja, namun perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, pihak swasta dan investor, sehingga berbagai penemuan dan inovasi tersebut selain dapat diaplikasikan bagi kepentingan Indonesia, juga untuk kebaikan seluruh umat manusia secara global.

Dengan adanya kesempatan tersebut, keempat mahasiswa UNDIP tersebut juga telah membangun relasi dengan beberapa pihak swasta seperti developer di bidang biomedical engineer, serta WIPO (World Intellectual Property Organization). Pihak swasta tersebut menyatakan bahwa mereka tertarik untuk melakukan kolaborasi dalam hal pengolahan sampah organik dalam upaya mengurangi limbah organik untuk dijadikan sumber energi. Sedangkan, pihak WIPO juga telah menawarkan dukungan terhadap penelitian melalui sistem paten internasional.

Selain mendapatkan medali emas, Indonesia juga secara khusus mendapatkan penghargaan dari perwakilan Iran dan Thailand karena inovasi yang dibawa oleh delegasi Indonesia dipandang memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara nyata dalam skala research and development.

Adapun tim mahasiswa Universitas Diponegoro sebelumnya juga mendapatkan medali emas di Korea Selatan di ajang Seoul International Invention Fair 2018 serta di Jepang pada Japan Design, Idea & Invention Expo 2018 atas inovasi pemurnian bioethanol tersebut.

Jenewa, 12 April 2019

 

Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang memamerkan medali emas serta penghargaan lainnya di ajang 47th International Exhibition of Inventions Geneva (Foto: Rizka Zakiya)