Kepemimpinan Indonesia Diakui di Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia

May 24, 2019 Topics, Intellectual Property

“Kami percaya berkat kepemimpinan dan kapasitas yang mumpuni dari Bapak Duta Besar, seluruh agenda pembahasan dalam Komite ini dapat diselesaikan,” ujar delegasi Kanada dalam kapasitasnya mewakili pandangan kelompok negara maju pada pertemuan Committee on Development and Intellectual Property (CDIP) di World Intellectual Property Organization (WIPO) tanggal 24 Mei 2019. Pandangan tersebut turut diamini sejumlah besar delegasi lainnya dalam pertemuan CDIP WIPO yang telah berlangsung sejak tanggal 20 Mei 2019 di markas besar WIPO Jenewa, Swiss, dan ditutup pada hari ini.

Dalam pertemuan 5 hari tersebut, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, kembali dipercaya untuk memimpin pertemuan CDIP WIPO pada tahun 2019. Sebelumnya, Duta Besar Hasan Kleib juga telah sukses berperan sebagai Ketua dalam 2 pertemuan CDIP WIPO di tahun 2018.

Dalam pertemuan CDIP WIPO kali ini, sejumlah kesepakatan penting berhasil disepakati, seperti penyelesaian proyek pengembangan sektor audiovisual di negara-negara Afrika; kontribusi WIPO dalam pemenuhan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan; penyelesaian studi perihal keterkaitan kekayaan intelektual, pariwisata, dan budaya; serta pembahasan sejumlah proposal dalam mendongkrak pembangunan melalui sektor kekayaan intelektual. Tercapainya penyelesaian pembahasan tersebut berhasil dilakukan di tengah tarik menarik kepentingan yang sangat alot di antara negara anggota WIPO. Oleh karena itu, kepemimpinan Indonesia dalam menjembatani kepentingan tersebut sangat krusial agar kesepakatan di antara negara anggota WIPO dapat tercapai.

Sesi CDIP kali ini mengambil tema “Kekayaan Intelektual dan Pembangunan di Era Digital“, yang menitikberatkan pentingnya strategi kebijakan kekayaan intelektual bagi seluruh negara anggota untuk berkompetisi secara global di era revolusi industri ke-4. “Di era revolusi digital ini, salah satu kunci utama peningkatan daya saing di tingkat global adalah memadukan proses kreatif dan inovatif dengan manajemen kekayaan intelektual“, tekan Duta Besar Hasan Kleib.

CDIP adalah salah satu komite utama di WIPO dan satu-satunya forum internasional yang membahas keterkaitan isu pembangunan dan kekayaan intelektual. Komite ini diberi mandat untuk mengarusutamakan dan mengkoordinasikan agenda pembangunan WIPO yang meliputi antara lain bantuan teknis, pembangunan kapasitas, fleksibilitas hukum kekayaan intelektual, dan alih teknologi di bidang kekayaan intelektual. CDIP dan agenda pembangunan WIPO adalah pemenuhan misi WIPO untuk menciptakan rezim kekayaan intelektual internasional yang seimbang, mendorong inovasi dan kreativitas untuk kepentingan semua pihak, tidak hanya kelompok negara maju, melainkan juga kelompok negara berkembang.

Selain memegang tongkat kepemimpinan CDIP, Indonesia juga berperan sebagai Wakil Ketua perundingan teks perlindungan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional di Komite IGC-GRTKF WIPO dan koordinator Like Minded Group of Countries (LMCs) di komite tersebut.  Sejak tahun 2017 Indonesia juga menjadi koordinator negara-negara Asia Pasifik di seluruh komite di WIPO (PTRI Jenewa).

Dokumentasi Foto : WIPO/Berrod