Indonesia Tingkatkan Perlindungan Kekayaan Intelektual agar Inovasi Berlanjut di Tengah Pandemi

September 24, 2020 Intellectual Property
Foto Menkumham menyampaikan General statement Indonesia di WIPO GA, Jenewa, Swiss, 21 September 2020.

Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham), Yasonna H. Laoly, menegaskan bahwa perlindungan kekayaan intelektual di Indonesia tetap berjalan dan bahkan meningkat meski pandemi COVID-19 melanda. Hal tersebut disampaikan dalam Pernyataan Nasional Indonesia di pertemuan World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assemblies ke-61yang berlangsung di Jenewa, Swiss, tanggal 21 hingga 25 September 2020.

“Di tengah pandemi, Indonesia telah mengadaptasi sistem kekayaan intelektual nasional melalui peluncuran loket virtual untuk pencatatan copyright serta pendaftaran paten, trademarks, dan desain industri,” ujar Menkumham.

Sebagai negara berkembang, Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya kelanjutan upaya WIPO untuk mengarusutamakan isu pembangunan dalam bidang kerjanya.

Sebagai wujud komitmen terhadap pemajuan kekayaan intelektual, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi tuan rumah dalam Konferensi Diplomatik untuk Traktat Hukum Desain. Maka, Indonesia juga menekankan pentingnya negara anggota WIPO untuk menyepakati Traktat Hukum Desain (Design Law Treaty) yang akan menjadi rujukan bagi upaya pelindungan kekayaan intelektual dalam desain industri.

Dalam kesempatan yang sama, Menkumham juga menyampaikan penghargaan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) WIPO, Francis Gurry, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir September ini, serta mengucapkan dukungan terhadap Direktur Jenderal WIPO Terpilih, Daren Tang, yang akan memulai masa jabatannya mulai 1 Oktober 2020.

Di sela-sela pertemuan WIPO GA, Menkumham juga memenuhi undangan makan siang dengan Dirjen Gurry, sebagai pertemuan terakhir sebelum Dirjen Gurry mengakhiri jabatannya. Kedua pihak mengulas kerja sama antara WIPO dengan Indonesia dalam bidang kekayaan intelektual yang telah berjalan dan membahas upaya peningkatan hubungan ke depan.

WIPO, yang didirikan pada tahun 1967 ini, adalah forum global yang menangani hal-hal terkait pelayanan, kebijakan, informasi dan kerja sama dalam bidang kekayaan intelektual serta merupakan salah satu specialized agency dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Misi WIPO adalah untuk memimpin pembangunan sistem kekayaan intelektual internasional yang seimbang dan efektif, yang dapat mendorong inovasi dan kreativitas untuk kepentingan bersama. Negara anggota WIPO saat ini berjumlah 193 negara.

Indonesia selama ini terus berperan aktif di WIPO, baik sebagai Ketua Committee on Development and Intellectual Property (CDIP) di WIPO pada tahun 2018-2020, hingga berbagai peran lain seperti Wakil Ketua perundingan teks perlindungan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional di Komite IGC-GRTKF WIPO serta sebagai koordinator Like Minded Group of Countries (LMCs) di komite tersebut.  Pada tahun 2017-2018, Indonesia juga merupakan koordinator negara-negara Asia Pasifik di seluruh komite di WIPO (PTRI Jenewa).